wakaf dalam islam
wakaf dalam islam

Keliling-dunia.com, Agama Islam memiliki banyak sekali jenis ibadah yang bisa dilakukan untuk memperberat timbangan amal kebaikan ketika manusia mati dan amalannya akan dihitung di alam akhirat. Salah satu ibadah yang sering didengan yaitu wakaf. Wakaf dalam Islam merupakan salah satu jenis sedekah yang dilakukan oleh setiap ummat muslim dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memberi untuk yang membutuhkan.

Berdasarkan bahasa arab yaitu الْحَبْسُ yang memiliki arti bertahan, selain itu sebagian ulama menyebut jika wakaf adalah تَحْبِيْسُ الْأَصْلِ وَتَسْبِيْلُ اْلمَنْفَعَةِ atau yang berarti menahan suatu benda dan membebaskan atau mengalirkan manfaatnya. Maksudnya dari definisi diatas adalah yang pertama menahan berarti kebalikan dari membebaskan, menahan bendanya berarti menahan atau membekukan benda dari kepemilikan. Selain itu benda yang dimaksud dalam definisi di atas merupakan segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya, serta dengan mempertahankan bendanya atau yang tidak habis, atau hilang usai benda tersebut diambil manfaatnya.

Membebaskan manfaatnya dalam definisi diatas adalah untuk membedakan antara wakaf dengan gadai dan yang serupa. Gadai, meskipun memiliki kesamaan dalam hal menahan bendanya, namun terdapat perbedaan dalam hal tidak diambil manfaatnya.

Terakhir adalah manfaat. Manfaat dalam definisi diatas diartikan sebagai penggunaan dan hasil dari benda tersebut. Contohnya hasil panen, uang yang dihasilkan dari pemanfaatan sebagai ladang pertanian atau tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Dr. Muhammad Al- Ahmad Abu Al-Nur yang merupakan mantan Menteri Wakaf Mesir mendefinisikan pengertian wakaf yaitu sebagai harta atau tanah yang ditahan oleh pemiliknya sehingga dapat menghalang si penggunanya dengan dijual, dibeli, atau diberikan sebagai pemberian dengan syarat dibelanjakan faedahnya, keuntungannya, atau hasil kepada orang yang telah ditentukan oleh pewakaf.

Wakaf dalam Islam.

Dalam menjalankan wakaf haruslah dilakukan dengan cara yang benar dan dengan tujuan kebajikan. Tujuan dari wakaf sendiri adalah untuk memanfaatkan benda yang diwakafkan sesuai dengan fungsinya, bisa untuk kepentingan bersama atau kepentingan beribadah, misalnya mewakafkan tanah untuk keperluan pembangunan masjid.

Berdasarkan hukum wakaf dalam islam telah ditunjukan dalam berbagai dalil-dalil yang disebutkan dalam Al-Quran dan hadis. Di dalam Al-Quran  Surat Ali Imran ayat 92 yaitu “kalian sekali-kali tidak sampai pada amalan kebaikan yang sempurna, sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai dan apa saja yang kalian nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” Serta dalam Surat Al-Baqarah ayat 272 yang berbunyi “Apa saja harta yang baik yang kalian infakkan, niscaya kalian akan diberi pahalanya dengan cukup dan kalian sedikit pun tidak akan dirugikan.”

DI dalam Dalil dan hadist shahih juga membuktikan jika wakaf merupakan salah satu amalan ibadah yang dapat membawa pada kebaikan akhirat. Selain itu juga, wakaf dimaksudkan untuk tujuan yang baik dan berguna bagi banyak orang seperti untuk mengurangi kesenjangan sosial, mencerdaskan ummat dan menstimulus kesejahteraan agar lebih meningkat.

Wakaf termasuk dalam amal jariyah yang juga tak akan putus pahalanya meski orang yang berwakaf telah meninggal dunia, hal ini karena dengan memberikan suatu barang yang akan selalu digunakan dan dapat bermanfaat untuk penerimanya.

Syarat harta yang diperuntukan untuk wakaf dalam Islam yang telah diatur diantaranya adalah untuk kemajuan serta peningkatan ekonomi umat, sebagai sarana ibadah, dan untuk kegiatan serta sarana pendidikan dan kesehatan. Wakaf juga diperuntukan sebagai bantuan fakir miskin, anak-anak terlantar, setya beasiswa serta bagi yatim piatu. Selain itu untuk kemajuan dan kesejahteraan umum yang tak bertentangan dengan undang-undang dan syariah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here