potensi wakaf asuransi syariah
potensi wakaf asuransi syariah

Keliling-dunia.com, Menurut Asuransi Syariah Indonesia (AASI), wakaf asuransi syariah memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Terlebih dengan populasi Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.

Wakaf merupakan bentuk kedermawanan dalam agama Islam dengan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. Sehingga bagi pemberi wakaf juga akan mendapatkan pahala yang tidak terputus.

Menurut salah satu ketua AASI Ahmad Sya’roni, seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id, adanya potensi ini tidak hanya dari segi jumlah penduduk muslim terbesar, tetapi juga bisa dilihat dari tingginya minat masyarakat untuk berwakaf seperti tanah dan juga bangunan.

Melihat lebih lanjut mengenai potensi Wakaf Wasiat Polis Asuransi Syariah merupakan wakaf dalam bentuk polis asuransi syariah, di mana yang diwakafkan oleh tertanggung uama adalah nilai investasi atau manfaat asuransinya. Tentu saja ini harus diketahui oleh ahli waris.

Wakaf asuransi syariah
Wakaf asuransi syariah

Berwakaf dengan cara ini tujuannya adalah untuk memanfaatkan asuransi dengan cara berinvestasi melalui lembaga-lembaga pengelola wakaf. Kemudian hasil dan manfaatnya digunakan untuk kepentingan orang banyak.

Sebenarnya, menurut data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf bahkan mencapai angka Rp 180 triliun. Sedangkan menurut data dari Bank Indonesia, sistem wakaf yang tercakup dalam sektor sosial Islam punya potensi sekitar Rp 217 triliun. Jika dihitung, angka ini setara dengan 3,4 persen PDB Indonesia. Tentu saja angka ini bisa memainkan peran penting mempercepat pembangunan ekonomi serta mendukung stabilitas keuangan negara.

Sya’roni berpendapat wakaf asuransi ini mengalami pertumbuhan baik dalam industri asuransi sebab produk ini spesifik dan hanya ada di asuransi syariah saja.

Produk wakaf asuransi ini dinilai akan terkenal seiring dengan adanya pemahaman dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya memiliki wakaf asuransi. Setidaknya diprediksi dalam tiga tahun ke depan.

Namun, tantangannya memang tidak mudah. Sebab tingkat literasi serta pengetahuan mengenai wakaf asuransi ini sendiri juga menjadi hambatan besar yang sulit dipecahkan jika tidak adanya sinergi antara pelaku industri, pihak terkait, dan regulator.

Untuk di Indonesia sendiri, menurut Sya’roni, tingkat literasi wakaf masih sekitar 8 persen. Angka ini masih cukup rendah dengan pemahaman yang hanya sebatas praktik yang terlihat di masyarakat.

Diakui bahwa mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai wakaf asuransi ini memang cukup sulit dan menjadi tantangan. Sebab wakaf secara umum masyarakat mengartikan hanya sebatas wakaf tanah dan bangunan, padahal masih ada wakaf manfaat asuransi dan wakaf tunai yang juga bisa jadi pilihan.

Banyak juga perusahaan pengelola investasi mengeluarkan produk dengan program wakaf asuransi ini sehingga lebih memudahkan masyarakat. Biasanya perusahaan-perusahaan asuransi tersebut bekerja sama dengan lembaga wakaf yang sudah terverifikasi.

dalam Fatwa MUI Nomor 106/DSN-MUI/X/2016 menjadi landasan peluncuran wakaf asuransi dengan mengizinkan masyarakat berwakaf dalam bentuk manfaat investasi yang didapat dalam asuransi syariah.

Wakaf uang dan asuransi syariah memang diperbolehkan secara hukum jika berpedoman pada empat mazhab yang ada. Menurut Irfan Syauqi Beik selaku Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi (MES), wakaf uang maupun wakaf asuransi dibolehkan. Ketika dikombinasikan, ini juga sesuai dengan syariah.

Hanya saja menurut dia, ketika keduanya dikombinasikan, maka ada yang perlu diperhatikan sehingga nantinya wakaf tersebut tetap sah menjadi instrumen wakaf. Yang dimaksud adalah pokok nilainya tidak boleh berkurang, aspek asuransi tidak boleh dilanggar. Pelanggaran yang dimaksud adalah aspek asuransi yang dimaksud tidak boleh mengandung ghoror ataupun konsep investasinya juga yang syariah.

Dengan menjaga rukun, syarat, dan hal dasar dari wakaf, maka wakaf asuransi syariah bisa dilaksanakan dan sesuai dengan hukum Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here