Mengenal Tebing Breksi yang Pernah Jadi Area Pertambangan

0
123
Tebing Breksi
Mengenal Tebing Breksi yang Pernah Jadi Area Pertambangan

keliling-dunia.com, Tebing breksi jadi salah satu wisata unik di kabupaten Sleman, kota Yogyakarta. Daerah tersebut sebelumnya merupakan bekas pertambangan batu alam. Pemerintah menutup kegiatan pertambangan sejak tahun 2014. Penduduk sekitar kemudian memanfaatkan tempat tersebut menjadi objek wisata untuk berswafoto.

Namanya mungkin masih terdengar asing, tapi setiap minggu pasti banyak orang yang datang. Kebanyakan mereka datang bersama keluarga, rekan kerja maupun pasangan. Tebing ini sama dengan destinasi wisata tebing-tebing lainnya. Hanya saja terdapat ukiran-ukuran besar yang menghiasi setiap dinding tebing. Ukiran tersebutlah yang menjadi lokasi favorit para pengunjung untuk berfoto.

Kepala Desa Sambirejo Sleman, Mujiyono mengatakan, saat masih menjadi kawasan pertambangan, Tebing Breksi hanya mampu mempekerjakan tak lebih dari 46 orang kepala keluarga di desa itu. Namun kini setelah menjadi kawasan wisata, tempat itu mampu mempekerjakan 500 orang kepala keluarga.

Mujiyono menambahkan warga Desa Sambirejo yang mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan dibukanya kawasan wisata Tebing Breksi sejak akhir 2016 itu, penduduk di sana bisa melakukan pekerjaan yang lebih variatif. Misalnya, ada yang membuka warung makan, berdagang cinderamata, pemandu wisata, mengelola kawasan parkir, menyewakan kendaraan, dan lainnya.

Media sosial turut memiliki andil dalam promosi wisata Tabing Breksi. Jika setiap pengunjung yang datang berfoto selfie kemudian mengunggah gambarnya ke media sosial dengan mencantumkan keterangan tempat, maka keindahan tempat itu kian tersiar. Bahkan pemerintah dan pihak swasta mulai memperhatikan dengan cara memberikan bantuan berbagai fasilitas.

Tebing breksi dapat dihias dengan indah karena permukaan tebing tersbeut adalah kapur. Tak heran, ada ukiran cukup besar yang menghiasi dinding-dindingnya. Lokasi wisata ini tidak jauh dari Candi Prambanan dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Baikanya jika ingin mengunjungi kalian datang di waktu sore. Selain menghindari terpapar terik matahari, kalian juga bisa menikmati keindahan kota Yogyakarta dari ketinggian ditemani matahari terbenam.

Biaya masuk wisata ini juga tergolong murah, kalian hanya perlu merogoh kocek Rp. 2000 hingga Rp. 10.000 saja. Dengan biaya yang minim kalian sudah bisa berswafoto sesuka hati dan menikmati keindahan kota Yogyakarta. Hingga saat ini kunjungan wisata Yogyakata ke Tebing Breksi sudah mencapao 5 ribu wisatawan di hari senin hingga jumat. Untuk waktu akhir pekan, kunjungan bisa mencapai 15 ribu orang.

Jika kalian berminat untuk berwisata ke Yogyakarta, Tebing Breksi bisa jadi salah satu destinasi wisata pilihanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here