Mengenal Beragam Tari Klasik di Indonesia dan Sejarahnya

0
4
Tari Klasik
Mengenal Beragam Tari Klasik di Indonesia dan Sejarahnya

keliling-dunia.com, Beragam seni tari tradisional di Indonesia, salah satunya tari klasik. Ini merupakan jenis tari paling tua yang ada di Indonesia. Tari ini merupakan suatu tarian yang berkembang di wilayah kerajaan dan diwariskan secara turun temurun pada kalangan bangsawan dan terus berkembang menjadi tradisi yang melekat di masyarakat umum. Biasanya ada beberapa aturan baku yang tidak dapat diubah atau jika diubah akan menghilangkan makna dari tarian itu sendiri.

Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan tari klasik dengan jenis tarian lainnya. Pertama adalah tari ini memiliki pedoman tertentu yang tak dapat diubah. Ciri lainnya adalah busana atau pakaian yang dominan mewah dan mirip pakaian bangsawan kerajaan. Selain busana, tata rias juga sangat diperhatikan. Selain itu, tari klasik memiliki ciri dimana tarian mengandung filosifi atau makna yang mendalam karena diangkat dari kisah tertentu zaman kerajaan.

Berikut beberapa contoh jenis tari klasik milik Indonesia:

1. Tari Bedhaya

Tari Klasik Bedaya Khas Surakarta

Tari bedhaya merupakan tarian Jawa berasal dari kalangan keraton Surakarta pewaris tahta kerajaan Mataram. Tari ini ditarikan oleh penari perempuan yang diiringi tembang gamelan Jawa. Tarian ini biasanya memberikan syarat khusus, seperti para penari yang harus perawan dan tidak sedang menstruasi, atau harus berpuasa sebelum menampilkan tarian tersebut.

2. Tari Bondan

Tari Klasik Bondan khas Jawa tengah

Tari bondan berasal dari Jawa tengah dengan ciri properti yang digunakan yaitu kendil, payung kertas, dan boneka bayi yang digendong oleh penari. Di Sejarahkan tarian ini ditarikan oleh kembang desa sebagai wujud pencarian jati dirinya. Tari ini menggambarkan kisah seorang ibu yang mengasuh anaknya dengan filosofi yang terkandung adalah seorang wanita tidak hanya harus cantik secara fisik namun juga harus memiliki kemampuan untuk mengasuh dan merawat anak-anak mereka.

3. Tari Gambir Anom

Tari Klasik Gambir Anom khas Surakarta

Tari gambir anom berasal dari Surakarta, Jawa tengah yang menceritakan tentang Irawan putra Arjuna yang jatuh cinta kepada lawan jenisnya. Dilihat dari gerakan-gerakan tari gambir anom yang menarikan gerakan pantomim berdandan, bingung, dan gerakan-gerakan lain yang menunjukkan bahwa dia sedang jatuh cinta. Tari gambir anom dibawakan dengan gemulai dan diiringi dengan gamelan bertempo cepat oleh penari lelaki tunggal.

4. Tari Kuda Lumping

Tari Klasik Kuda Lumping khas Ponorogo

Tari kuda lumping juga dikenal dengan nama jaran kepang atau jathilan merupakan kesenian tari yang berasal dari Ponorogo, Jawa tengah. Tarian ini menggambarkan sekelompok prajurit penunggang kuda di medan perang ini menggunakan properti kuda yang terbuat dari anyaman bambu.

Kini tari ini merupakan pertunjukan rakyat yang sangat digemari oleh masyarakat karena gerakan-gerakan penarinya yang atraktif. Dalam gerakannya, seringkali diselingi oleh pertunjukan penari yang sedang kesurupan dan melakukan atraksi seperti memakan beling, berjalan di atas pecahan kaca, menyayat bagian tubuh dengan golok, dan lain sebagainya.

5. Tari Lengger

Tari Klasik Lengger khas Wonosobo

Tari lengger berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah dimana berasal dari kata “eling ngger” yang memiliki makna bahwa manusia harus selalu ingat akan nasihat untuk selalu membela kebenaran dan menyingkirkan keburukan. Tarian ini dilakukan oleh dua orang penari laki-laki dan perempuan yang mengisahkan usaha Dewi Candra Kirana mencari suaminya dan kemudian diganggu oleh raksasa jahat.

6. Tari Piring

Tari Klasik Piring khas Sumatera Barat

Berasal dari Minangkabau, Suamtera Barat yang memiliki ciri menggunakan piring sebagai properti tarinya. Piring tersebut diletakkan di kedua telapak tangan penari dan diayun-ayunkan dengan gerakan yang teratur serta cepat tanpa sekalipun lepas atau jatuh dari tangan penari. Tarian ini dibawakan oleh penari yang berjumlah ganjil dan diiringi dengan irama musik instrumen saluang & talempong yang dimainkan dengan tempo cepat. Tari ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada dewa atas hasil panen yang melimpah.

7. Tari Rejang

Tari Klasik Rejang khas Bali

Tari rejang merupakan tarian tradisional Bali yang digunakan sebagai penyambutan Dewa-Dewa yang turun ke bumi. Diiringi dengan lantunan gamelan khas Bali ini konon telah ada sejak zaman pra hindu dan terus dilakukan hingga saat ini.

8. Tari Saman

Tari Klasik Saman khas Aceh

Tari saman merupakan sebuah tarian suku Gayo yang memadukan gerakan tari dengan paduan suara yang rancak. Menurut sumber sejarah, tarian ini diciptakan dan kembangkan oleh seorang ulama Gayo yang bernama Syekh Saman sebagai media dakwah. Tari ini cukup unik karena tidak diiringi oleh alat musik melainkan irama dari suara penari dan tepukan penari saat bertepuk tangan, menepuk paha serta dada secara serempak. Gerakan tari saman dilakukan secara serempak oleh penari yang berbaris membentuk shaf dan bergerak dengan posisi duduk sambil bernyanyi dengan nada yang cenderung tinggi dan kuat.

9. Tari Topeng Klana

Tari Klasik Topeng Klana khas Cirebon, Jawa Barat

Tari topeng yang merupakan salah satu dari lima topeng Panca Wanda (Klana,Panji, Samba atau pamindo, Tumenggung dan Rumyang) yang berasal dari daerah Cirebon. Tarian ini menceritakan tentang usaha seorang Prabu Minakjingga dalam mengejar cinta Ratu Kencana Wungu, yang walaupun ia telah tergila-gila dengan Ratu dan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan cintanya, usahanya sama sekali tak membuahkan hasil.

Itulah sepuluh tari klasik di Indonesia yang kental akan kesenian dan budaya. Tidak hanya itu, tari-tari itupun memiliki kisah sejarah dimasa lampau. Hingga saat ini seni tari masih menjadi ciri dan budaya dari negara kita yang harus dan selalu tetap dilestarikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here