Kasus Djoko Tjandra Seret 6 Nama Di Belakangnya

0
50
Djoko Tjandra
Kasus Djoko Tjandra Seret 6 Nama Di Belakangnya

keliling-dunia.com, Kini Kasus Djoko Tjandra telah di tahap persidangan. Setelah 11 tahun lamanya menjadi burnonan kejaksaan agung, Ia kini ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat. Penempatannya disana hanya sementara untuk memudahkan Polri mengusut dugaan tindak pidana. Hal itu disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Djoko pernah kabur keluar negeri untuk menghindari 2 tahun hukumannya atas skandal Bank Bali. Dalam pelariannya, ternyata banyak pihak yang membantu. Berdasarkan pengusutan, ada enam nama yang terlibat membantu pelarian Djoko Tjandra.

Berikut enam nama yang terseret kasus Djoko Tjandra:

1. Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo

Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo yang merupakan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri ini diketahui menerbitkan surat jalan untuk Djoko dari Jakarta ke Pontianak pada 18 Juni 2020 dan kembali pada 22 Juni 2020. Prasetijo juga diketahui menerbitkan surat bebas Covid-19. Atas kasus tersebut Prasetijo dijerat Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto, Pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP, dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP.

2. Brigadir Jenderal Polisi Nugroho Wibowo

Brigjenpol Nugroho Wibowo yang merupakan Mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia juga ikut terseret kasus Djoko Tjandra. Nugroho yang diduga menghapus Red Notice Interpol Djoko Tjandra, melalui surat No: B/186/V/2020/NCB.Div.HI tertanggal 5 Mei 2020, mengirim surat penghapusan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi.

3. Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte

Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte yang merupakan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional dimutasi. Hal itu tejadi karena Ia dianggap lalai mengawasi anak buahnya, yakni Nugroho Wibowo yang diduga menghapus Interpol Red Notice tersebut.

4. Anita Kolopaking

Selaku pengacara atas Djoko Tjandra, nama Anita ikut terseret sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan penyidikan pada 23 saksi, Anita Kolopaking diduga membuat surat jalan palsu Koorps Bhayangkara. Atas kasus ini Anita dijerat pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 223 KUHP. Anita juga dilarang untuk berpergian keluar negeri dalam 20 hari ke depan.

5. Jaksa Pinangki Sirna Malasari

Menjabat sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jaksa Pinangki dicopot dari jabatannya. Pencopotan jaksa cantik tersebut tertuang dalam surat resmi yang diteken langsung oleh Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi.

6. Lurah Grogol Selatan Asep Subahan

Asep Subahan dilengserkan dari jabatannya oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Dalam penerbitan E-KTP seorang buronan, Asep Subahan dinilai telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai lurah.

Terseret kasus Djoko Tjandra, enam nama orang tersebut ikut terseret dan kini ikut menjadi tersangka. Djoko sendiri kini telah mendekam di LP Salemba. Perkembangan kasusnya pun terus berjalan, serangkaian pemeriksaan telah berjalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here