Jadi Ikon Nikahan Adat Betawi, Ini Filosofi Roti Buaya dan Sejarahnya

0
3
Filosofi Roti
Jadi Ikon Nikahan Adat Betawi, Ini Filosofi Roti Buaya dan Sejarahnya

Keliling-dunia.com, Filosofi roti buaya punya kisah unik sehingga dijadikan ikon dalam acara nikahan adat  betawi. Masyarakat Betawi menjadikan buaya sebagai ikon kesetiaan yang dihadirkan dalam bentuk roti. Biasanya ini akan dijadikan dalam bentuk hantaran pernikahan. Cara hidup buaya yang hanya kawin satu kali seumur hidup dijadikan lambang kesetiaan.

Tak hanya setia, buaya juga dilambangkan sebagai lambang hewan suci. Gerak gerik buaya yang bergerak tenang dalam mencari mangsa juga dilambangkan sebagai simbol kesabaran. Dipandang dari sisi lain, buaya juga melambangkan kejantanan. Dari situlah hadir roti buaya, namun tidak untuk dikonsumsi sehari-hari hanya saat momen-momen hari pernikahan saja.

Hantaran roti buaya ini biasanya akan diberikan pengantin pria kepada pengantin wanita. Meski terlihat sederhana, ada banyak hal yang harus diperhatikan saat mengantarkan roti buaya sebagai makanan seserahan. Pastikan roti dalam keadaan mulus dan baik, tidak boleh ada cacat atau rusak sampai diterima oleh pihak mempelai wanita.

Ukuran yang semakin besar maka semakin baik pula maknanya karena dipercaya berhubungan dengan masa depan rumah tangga sang pengantin. Selain itu roti buaya juga harusnya bertekstur padat dan agak keras. Banyak juga yang percaya, orang-orang yang belum menikah dan menyantap roti buaya maka akan cepat bertemu jodoh. Roti buaya yang dijadikan hantaran biasanya jumlahnya sepasang, kini bahkan dilengkapi dengan telur dan anak buaya sebagai harapan kelak pengantin ini cepat diberi momongan.

Dahulu roti buaya ini tidak untuk dikonsumsi, hanya untuk menjadi pajangan di pesta pernikahan. Oleh karena itu, dahulu roti buaya dibuat dengan tekstur sangat keras. Setelah acara selesai, roti disimpan di kamar pengantin.

Jika kini roti buaya punya tekstur lembut, punya isian selai beragam dan bisa dimakan. Zaman dahulu, filosofi roti buaya tidak untuk dikonsumsi demikian, namun seusai acara pernikahan, roti buaya akan disimpan oleh pasangan dan dibiarkan hancur termakan usia. Itu karena pada zaman dulu penyajiannya pun busuk dengan mengandung makna pasangan yang baru menikah ini akan langgeng seumur hidup bahkan sampai akhir hayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here