Keliling-dunia.com, Gunung Semeru selalu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Gunung dengan ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut ini selalu menyajikan pemandangan indah dan tidak pernah membosankan untuk dinikmati. Gunung Semeru memiliki beberapa titik favorit pendaki antara lain puncak Mahameru, Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Dalam kurun waktu tiga tahun terahir, jumlah pengunjung gunung Semeru mengalami peningkatan, hal ini membuktikan jika gunung tertinggi di Pulau Jawa semakin populer.

Juru Bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Syarif Hidayat mengatakan kenaikan jumlah pendaki bisa dilihat pada catatan pengunjung sepanjang 2016 hingga 2018. Pada 2016 , jumlah seluruh pengunjung sebanyak 155.477 orang yang terdiri dari wisatawan domestik berjumlah  153.702 orang serta pengunjung mancanegara dengan jumlah 1.775 orang.

Pada tahun 2017 total jumlah pengunjung bertambah menjadi 183.272 orang atau bertambah sebanyak 15,16 persen, dengan rincian wisatawan lokal berjumlah 179.528 (naik 14,38 persen) dan wisatawan mancangera yang berjumlah 3.744 (naik 52,17 persen).

Penaikan semakin terlihat di tahun 2018. Total jumlah pengunjung naik mencapai 35,94 persen atau sebanyak 286.096 dari 2017. Rincian pengunjungnya yaitu wisatawan lokal berjumlah 280.978 atau naik 36,10 persen serta pengunjung luar negeri berjumlah 5.118 orang atau naik 27 persen.

Dilansir dari Tempo.co, Juru Bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Syarif Hidayat menyatakan dirinya opitimis soal penaikan jumlah pengunjung di tahun 2019.

Guna meningkatkan jumlah pengunjung, penutupan sementara secara rutin dilakukan setiap tahun guna memulihkan ekosistem dan membenahi fasilitas untuk pengunjung. Kegiatan kunjungan ke Gunung Semeru ini sempat ditutup sementara pada 3 Januari hingga 11 Mei 2019 lalu.

Naiknya jumlah pengunjung Gunung Semeru dipicu oleh kesuksesan film 5cm yang rilis pada Desember 2012. Film itu banyak mengambil gambar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Ayu Dewi Utari yang menjabat sebagai Kepala Balai Besar TNBTS ketika itu memuji kesuksesan atas film tersebut. Dampak dari film 5 cm ini, sejak 25 Desember hingga 1 Januari 2013 diperkirakan lebih dari 10 ribu wisatawan datang mengunjungi Gunung Semeru. Ketika malam pergantian tahun saja, misalnya, ada 3.000 wisatawan yang berkunjung.

Berdasarkan pencatatan jumlah pendaki saat itu jumlah pengunjung Gunung Semeru nyaris tidak pernah melebihi 5.000 orang. Tahun 2009 dan 2010 saja pengunjung yang tercatat sebanyak 2.532 dan 2.769 orang. Namun, ketika itu pencatatan jumlah pendaki belum serapi saat ini.

Dari segi aturan dan pencatatan kini jauh lebih rapi dan jelas. Ketika itu, banyak pendaki yang kerap kali nyelonong dan tidak mendaftarkan diri ke Balai Besar TNBTS. Saat itu aturan yang sudah diterapkan di masa Ayu menjabat antara lain, pembatasan usia pengunjung dengan minimal 10 tahun dan usia maksimal 60 tahun. Untuk pendaftaran pengunjung saat itu bisa melalui layanan telepon ke kantor Balai Besar TNBTS , secara online, atau mendaftar langsung di lokasi.

Kini di era kepemimpinan John Kennedie, pendaftaran dan pencatatan pengunjung semakin rapi Aturan pun diperketat, hal ini diharapkan pengunjung akan lebih tertib dan tidak bisa lagi sesuka hati datang.  Calon pendaki Gunung Semeru kini diwajibkan untuk melakukan booking terlebih dahulu melalui laman bookingsemeru.bromotenggersemeru.org, kemudian bukti booking yang dilakukan via online dicetak dan disertakan ketika mendaftar di Pos Ranupani, Gunung Semeru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here