Traveling
Traveling menenangkan

keliling-dunia.com, Pernahkah terpikir bagimu untuk melakukan Traveling menuju tempat yang memiliki vibe Gloomy. Bukan secara harfiah menujurus ketempat dengan suasana suram, namun seperti tempat sepi, menenangkan dan damai. Tidak ada salahnya mencoba untuk suasana Traveling ini dengan suasana tenang, jauh dari hiruk pikuk metropolitan.

Misalnya di desa maupun villa di area pegunungan, atau sekedar di sebuah kota kecil yang masih hijau dengan populasi rendah. Cuaca yang tidak terlalu cerah alias mendung akan membuat gloomy vibe makin terasa dan nyata. Bagi pluviophile, sebutan bagi pecinta hujan, jenis trvaeling ini sangat diimpikannya.

Sebab, ada beberapa tempat di dunia yang pas untuk dijadikan traveling dengan suasana menenangkan yang bisa menjadi pilihanmu:

  1. Pemandangan bak ilusi di Padang Moravia, Ceko.

Mungkin kamu salah satu pengguna laptop atau komputer PC menggunakan wallpaper dengan gambar ini. Meskipun tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan bahkan jarang dihuni oleh penduduk, padahal tempat ini memilki keindahan bak lukisan. Padang Moravia terhampar bagai karpet bumi, mengingatkan dengan perbukitan yang muncul di serial Teletubbies yang disiarkan di televisi.

  1. Samarkand, Kota Tertua Uzbekistan

Kota ini terkenal akan sejarah ke-Islaman masa lalu, sebab menjadi tempat penyebaran agama Islam khususnya ke negara-negara Asia Tengah. Samarkand adalah ibu kota Transoksania selama lima abad, sejak masa dinasti Saman hingga dinasti Timur.

Memiliki julukan sebagai ‘kota surga’ karena iklimnya sejuk.  Populasi kota ini memiliki kisaran jumlah 500.000 jiwa. Kota Samarkand memiliki bangunan antik yang menyimpan sejarah dan nilai artistik yang kuat. Ketika memasuki bangunan antik tersebut, kita bisa merasakan nuansa pikiran yang berbeda.

Jika kamu tertarik mengunjungi Samarkand, disarankan untuk berkunjung pada bulan Mei-Juni atau September-November. Di saat cuaca tidak sedang panas-panasnya.

  1. Bagan, Kota 1000 Candi Di Myanmar.

Kota kuno di Myanmar ini memang menarik untuk dijelajahi, kiranya terdapat lebih 2000 buah candi yang berasal dari abad 11. Nyatanya kota ini masih menyimpan candi agama Budha dari abad 11 sampai awal abad 13. Jadi, karena itulah kota ini diberi julukan “kota seribu candi” sebab hingga saat ini masih ada 2000 candi yang tersebar di kota ini.

Akan tetapi, UNESCO tidak menetapkan candi-candi tersebut sebagai bagian dari ‘World Heritage Site’. Sebab, candi-candi tersebut sudah mengalami pemugaran yang tidak mengikuti atau tidak sesuai dengan sejarahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here