Kampung Indian Blitar
Kampung Indian Blitar

Kelilingdunia.com, Kota Blitar di Jawa Timur merupakan kota yan terletak sekitar 167 km sebelah barat daya Surabaya serta 80 km sebelah barat Malang. Kota yang terkenal sebagai tempat asal dari Presiden Indonesia pertama Soekarno ini disebut juga sebagai Kota Proklamator atau Kota Patria. Selain sebagai kota dengan nilai sejarah yang tinggi tentunya terdapat sejumlah tempat wisata sejarah seperti perpustakaan dan museum Bung Karno, Isatan Gebang, Petilasan Atya Blitar, serta Monumen Supriyadi. Akan tetapi, rupanya kota Blitar memiliki sejumlah tempat wisata seru dan menarik yang patut dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya merupakan Kampung Indian Blitar.

Di Dusun Bedil, Desa Jiwut, Nglogok, Blitar terdapat sebuah tempat yang menjadi destinasi wisata yang disebut dengan Kampung Indian Blitar. Akan tetapi ini bukanlah kampung yang berisikan orang-orang Indian suku asli Amerika Utara lho, tetapi disini merupakan kampung yang memiliki nuansa seperti berada di tempat pemukiman suku Indian.  Dilengkapi dengan ornamen serta masyarakat yang berada di kampung itu mengenakan kostum Indian.

Ketika wisatwan memasuki daerah kampung ini, kalian akan disambut dengan warga setempat yang menari dengan diiringi musik genderang khas suku Indian, serta mengenakan pakaian dan riasan khas suku asal Amerika Utara ini. Mulai dari ibu-ibu, anak-anak, hingga sang kepala suku menarik mengikuti alunan musik mengitari sebuah replika tapees.

Sejumlah penduduk kampung Indian Blitar menari mengelilingi Tapees

Kepala suku alias pemilik dari Kampung Indian ini bernama Miftakhul Rohman yang merupakan seniman pembuat topeng. Dirinya mengkhususkan keahliannya pada produksi topeng Indian, dan usahanya ini pun dimulai sejak tahun 1999.

Rohman menyulap rumahnya menjadi galeri yang pada muka rumahnya terdapat sebuah Tapees tiruan yang merupakan rumah tradisional khas suku Indian. Di dalam galerinya ini diletakan juga replika topeng Indian yang memiliki ukuran hampir 2 meter yang ditata mirip dengan pintu gerbang kampung persukuan Indian.

Selain itu, pada dinding ruang tamunya terdapat ratusan kerajinan topeng Indian dengan warna yang bervariasi, ada pun  topi atau warbonnet yang terbuat dari bulu-bulu. Awalnya Rohman membuat warbonnet menggunakan bulu kemoceng dan mengubahnya menjadi kerajinan tangan.

Rumahnya yang kini dinamai Pusat Kerajinan Topeng Indian telah menjadi salah satu alternatif wisata di Blitar. Dirinya pun mengaku, cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Kampung Indian ini dan terutama ke galerinya. Rohman menambahkan, ada wisatawan yang datang dan tertarik untuk membeli satu set kostum Indian juga lho.

Akan tetapi, turis yang meminati hasil kerajinan tangannya ini 80 persen berasal dari turis asing seperti turis Perancis. Selain itu, kini pasar utamanya bahkan untuk prang Indian asli dan diekspor.

Satu set pakaian ala Indian yang terdiri dari baju, celana, sendal, gelang, kalung, dan topi ini dijual dengan kisaran rata-rata Rp 20 juta. Baju-baju ini dibuat dari bahan kulit sapi asli, dan bulu untuk hiasannya berasal dari bulu ayam kampung. Dalam satu bulan, Rohman mengatakan jika dirinya membutuhkan satu juta ekor ayam kampung untuk diambil bulunya. Bulu ayam ini selain diambil dari ayam jago, Ia juga memanfaatkan bulu entok dan kalkun.

Tidak hanya bisa membeli kostum yang otentik khas suku Indian, wisatawan juga bisa datang mengunjungi industri rumahan di mana wisatawan bisa berfoto ala Indian dengan mengenakan warbonnet. Selain berada di Blitar, galeri milik Rohman juga bisa ditemui di Bali, Kediri, dan Batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here