Berbatasan dengan Singapura, Pulau Nipah Hampir Hilang dari Indonesia

0
3
Pulau Nipah
Berbatasan dengan Singapura, Pulau Nipah Hampir Hilang dari Indonesia

Keliling-dunia.com, Pulau Nipah merupakan sebuah pulau di kawasan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura. Sepuluh tahun lalu Indonesia hampir kehilangan pulau berluas 0,62 hektare ini saat air laut pasang. Meski tidak besar, namun luas negara kita dapat berkurang jika kehilangan pulau ini. Saat ini kondisinya berbeda dengan sepuluh tahun lalu.

Sementara itu, Singapura terus melakukan reklamasi hingga luas daratannya semakin bertambah. Bahkan, Pulau Nipah nyaris hilang setelah pasirnya dikeruk dan dijual ke Singapura. Di Pulau tersebu terdapat titik dasar (TD) dengan kode TD 190 dan TD 190A yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dan Singapura. Hilangnya titik referensi itu dikhawatirkan akan menggeser batas wilayah NKRI. Hal tersebut tentunya dapat merugikan Indonesia.

Kampanye dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan Pulau tersebut. Pada tahun 2004, Presiden RI saat itu, Megawati Soekarno Putri mengunjungi Pulau diperbatasan Indonesia Singapura tersebut dan mencanangkan konservasi. Megawati menerakan tapak kakinya di monumen dan menanam pohon Cemara Laut di pulau yang hanya tersisa 0,62 hektare tersebut. 

Reklamasi juga mulai dilakukan dengan beberapa tahap yakni pembuatan tanggul laut di sekeliling pulau dengan elevasi 5,2 meter sepanjang 4,3 kilometer dan diperkuat tetrapod. Penimbunan pulau juga dilakukan pada tiga zona area. Yaitu, zona utara seluas 15 hektare, zona hutan bakau 12,28 hektare, dan zona selatan 16,19 hektare. Zona hutan bakau berada di antara zona utara dan selatan.

”Pulau ini nyaris tenggelam, sekarang sudah menjadi pulau kembali. Ini memberikan efek bagi pemerintah negara. Dengan begitu, di sana banyak aset. Departemen terkait memberi fasilitas seperti solar cell,” jelas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Batam Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno.

Pembangunan pulau ini terus berjalan, yakni dilakukannya penimbunan di zona utara, zona selatan, dan zona hutan bakau. Tahap kelima dimulai dengan membangun pos TNI-AL (posal) dan melanjutkan peninggian tanggul. Selain itu di tahun 2007 lalu dilakukan penimbunan dengan tanah. Pembangunan lanjutan posal masuk tahap keenam dan ketujuh. Saat itu adalah finishing bangunan posal dan pembuatan jalan penghubung zona utara dan selatan serta dermaga.

Saat ini, selain menjadi pulau terluar dan tempat prajurit menjaga kedaulatan negara, Pulau Nipah juga memiliki sisi ekonomi yang bisa dikembangkan. Sebab, posisinya berada di jalur lalu lintas pelayaran dunia. Tinggal pemerintah Indonesia yang perlu memikirkan secara ekonomi agar memperoleh keuntungan dari pulau yang dilewati ratusan kapal setiap hari tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here